Friday, March 19, 2010

Luka

Aku tak dapat mengerti, mengapa tiap kali menatap wajahmu, airmataku berlinang. Segala kenangan akan semua hal yang telah terjadi antara kita seketika muncul dan mengorek luka dalam hatiku. Luka yang telah kau goreskan begitu dalam. Yang tak ada satu obat pun bisa mengobatinya, yang tak seorang pun sanggup menyembuhkannya. Kau bahkan sepertinya tak menyadari betapa dalamnya lukaku. Betapa sesaknya dadaku menanggung beban penderitaan atas dosamu. Namun betapa pun dalamnya luka ini, aku akan berusaha untuk tetap bertahan. Bertahan sampai akhirnya kau mau memalingkan wajahmu padaku. Sampai akhirnya segala keindahan itu kembali ke pangkuanku. Sampai akhirnya senyumanmu kembali menjadi milikku. Aku akan menunggu. Karena aku...mencintai...kamu.

Sent using a Sony Ericsson mobile phone

No comments: