Tuesday, June 30, 2009

Me & a Marriage Euphoria

Ya, pernikahan... Sebuah kata yang menurutku cukup sakral dan saat ini aku sedang terjebak di tengah eforianya, huhu... Bagaimana tidak, rata-rata teman sekantorku baik yang usianya lebih tua, sebaya, bahkan lebih muda dariku satu per satu telah melepas masa lajangnya a.k.a menikah dalam waktu yang relatif berdekatan. Cukup mengiris hati dan menguras kantong, haha.

Dan hari ini, aku menerima satu lagi undangan pernikahan dari salah seorang dari 5 sahabatku semasa SMA dulu. Usut punya usut, ternyata calon suaminya adalah seniornya di kampus dulu (aku baru tau waktu membaca gelar di belakang nama mereka yang tertulis di undangan ternyata sama, S. Si-red). Insya Allah mereka akan menikah dalam waktu kurang dari dua minggu lagi (aku sudah memutuskan untuk mengusahakan hadir)! Kalian harusnya lihat betapa berseri-serinya wajah mereka. Membuatku turut merasakan suka cita mereka :)

Undangan pernikahan yang datang bertubi-tubi beberapa waktu belakangan benar-benar membuatku merara dalam eforia pernikahan. Kurasa ini sangat wajar terjadi ketika seseorang berada dalam situasi tertentu di mana semua orang melakukannya, maka ia pun jadi ingin melakukannya juga. Everybody wants to get married, tak terkecuali aku. Aku yang tadinya hanya memikirkan bagaimana caranya menjadi wanita karir yang sukses mulai berpikir ke arah sana juga. Tapi dalam kondisi keuanganku sekarang ini rasanya hal itu sulit dilaksanakan (siapa bilang nikah gak butuh modal?!). Terlebih calonnya pun belum ada. Parah... Jadi untuk sementara ini jawaban yang bisa kulontarkan kepada mereka yang bertanya, "Kapan nyusul?" padaku tak lain tak bukan adalah, "Haha, calonnya aja belum ada. Ntar dulu lah...". Jawaban super standar yang terkesan santai dan masa bodoh dengan apa itu menikah, tapi sebenarnya dalam hatiku menjerit, "Aku juga mauuu!!!".

Singkat kata (apa??? singkat loe bilang?!), aku benar-benar sedang terjebak dalam eforia pernikahan dan aku ingin menikah juga (kuharap secepatnya, hoho...). Dan untuk sahabatku tersayang yang akan melepas masa lajangnya sebentar lagi, semoga acaranya ntar lancar. Doa-doanya menyusul saja ya, belum saatnya kuucapkan, pamali... :D

Monday, June 29, 2009

Gajian oh Gajian...

Yeeppy ya yay!!! Gajian yang kutunggu-tunggu akhirnya masuk juga! Meskipun terlambat sehari dari biasanya, tapi tak mengapa. Udah nyaris sekarat pula keuanganku...untung masih bisa bersenang-senang di saat-saat terakhir, huhu...


Tapi ternyata...


Nominal gaji yang kudapat tidak seperti yang diharapkan, saudara-saudara! Bagaimana mungkin cuma segitu??? Paling tidak harusnya aku bisa mendapatkan lebih dari itu. Tapi ternyata...ToT
Celaka...mana cukup gaji segitu mengcover kebutuhanku selama sebulan ke depan?! Bola crystal mengatakan keuanganku akan terpuruk bahkan sebelum memasuki hari kesepuluh bulan depan...oh tidak...XO

Hmm...nampaknya aku tak bisa terus-menerus berfoya-foya tanpa menyisakan sedikit untuk ditabung. Bisa miskin sampai tua kalau terus-menurus begitu?! >o<>

Sunday, June 28, 2009

Reminder Untuk Diriku Sendiri

If you love someone, let him go.
If he returns to you, it was meant to be.
But if he doesn't, his love was never yours to begin with!


Thanks to kakak Idha-ku sayang yang sudah mengingatkanku dengan kata-katanya...

Friday, June 26, 2009

Kepergian King of Pop

Yup, King of Pop a.k.a Michael Jackson has gone. Seperti disebutkan sebuah sumber online, Jacko (sebagaimana dia biasa disapa, jangan keliru dengan J.Co-red) dikabarkan meninggal akibat kinerja jantung mendadak terhenti (lupa istilahnya). Pendek kata, mati mendadak. Dan sepanjang yang kudengar dan kulihat di banyak update status teman-teman Facebook-ku, tampaknya semua orang ramai dan heboh membicarakan kematiannya. Banyak dari mereka yang kaget, tidak percaya, bahkan tidak rela (tapi aku sih biasa aja, secara gak kenal). Aku pun jadi ingat betapa dia dulu dipergunjingkan karena kelainan seksualnya. Tapi ketika dia pergi, ternyata banyak yang menangisi. Dari sini aku pun hanya punya satu kata untuk almarhum Jacko, kasihan...