Tuesday, February 16, 2010

From Paris With Love


Aku dari minggu lalu udah kepingin banget nonton film ini gara-gara penasaran pas ngeliat posternya dan baca judulnya. Gak matching. Hehe... Sempat terpikir kayaknya kali ini pun akan melewatkan menontonnya karena kesibukan bekerja yang seperti biasa ditambah tak ada yang menemani. Ya, saya benci nonton bioskop sendirian. Longa-longo kayak orang bego. Tapi pucuk dicinta ulam tiba. Secara kebetulan dan mendadak, cuma setengah jam sebelum waktu pemutaran regularnya, hari Kamis lalu temanku mengajak nonton film ini. Tanpa berbekal movie review sebelumnya, ditambah datang terlambat pas pemutarannya, sempat bengong juga di awal-awal cerita. Tapi seiring film diputar, aku mulai menikmati ceritanya yang cepat. Semua adegan yang terjadi dikisahkan terjadi dalam satu hari. Dan aku suka film yang cepat kayak gini. Dan agak rasis sih filmnya karena sedikit menyinggung-nyinggung soal bangsa lain. By the way ngomongin scene yang ada di dalam filmnya sendiri, aku cukup menikmati scene tembak-menembak dan kebut-kebutannya. Dan sempat dibuat nyengir pas Reese menodongkan pistol hanya untuk meminjam charger cellphone pada orang yang kamarnya dia dobrak. Konyol...huhu. Ohya, orang lain mungkin menyukai scene terakhir saat Reese menembak kepala tunangannya, Caroline, tapi aku justru suka adegan pas Wax menembak sahabat Caroline yang aku lupa namanya di tengah jamuan makan karena tersadar bahwa gadis itu ternyata mata-mata musuh mereka. Feel kagetnya lebih dapet. Yeah so far aku menyukai film ini. Udah lama juga gak nonton film kayak gini. Recommended lah. Bagi yang belum nonton, nontonlah...hehe.

No comments: