Friday, October 16, 2009

私為の俳句

Aki no kouyou
Niwa wo aruki sa~
Hato no you ni

english :
Under the read leaves of autumn
You walked along the yard
Just like a pigeon (in my eyes)





Shu-kun...tsukutte kure arigatou... <3

Tuesday, September 29, 2009

kelaparan

Hari ini rasanya laaapaaaaarrr...luar biasa!!! Mungkinkah ini karena aku tidak sarapan hari ini? May... Nyaris 9 jam bekerja di kantor, peru hanya diisi seporsi nasi catering di siang hari. Sebelumnya dan selanjutnya nggak makan apa-apa sampai sore. Untung hari ini sudah janjian sama teman mau makan malam di luar. Dan tempat makan tujuan adalah >> Shibuya Japanese Express at Citraland Mall (lagi) hehe... Tempo hari baru aja ke sini sih sama temanku. Karena merasa enak, lama-lama jadi ketagihan, hehe...
Anyway,,,dengan alasan sangat kelaparan sampai perut serasa terlilit-lilit (berlebihan!), aku bertekad akan makan banyak di Shibuya. Dan aku benar-benar melakukannya. Ini DUA menu yang kupilih sebagai menu makan malamku kali ini :

Tori Udon

Taiga Sushi

Bukan, saya bukan rakus, saya kelaparan...

Friday, September 25, 2009

a Girl & a Date


Kencan...
Sebuah kata yang selalu berhasil membuatku berdebar-debar saat akan menjalaninya. (Tapi tergantung siapa pasangan kencannya juga sih...) Terkadang aku merasa aku ini suka berlebihan kalau mau kencan dengan pria yang kusukai. Suka melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu perlu hanya demi sebuah kencan yang singkat. Mau tahu apa yang sering kali kulakukan dalam rangka persiapan berkencan? Ini dia :
1. Dari jauh-jauh hari (bisa 2-3 hari sebelum hari H atau lebih!) sudah bingung memikirkan mau pakai baju apa di kencan nanti. Dan sejenak kemudian almari pakaianku akan berantakan karena kuacak-acak. Itu semua demi mendapatkan baju yang cocok untuk dipakai kencan kali itu. Kalau merasa tidak ada baju yang cocok, sampai dibela-belain beli baru lho!
2. Perawatan rambut ekstra. Membuang uang di salon langganan untuk creambath atau merapikan rambut. Maksudnya biar pada waktu kencan rambutku gak jelek apalagi lepek. Kali-kali dibelai juga, kan malu kalau rambutnya kasar, haha...

3. Ultra perawatan kulit. Meliputi kulit muka dan tubuh, tentu. Terkadang kalau ada budget berlebih, menyempatkan diri untuk facial ke dokter. Sedangkan untuk kulit tubuh, diberi perawatan ekstra dengan spa treatment di Salon&Spa langganan, hihi...

4. Mengeluarkan budget tambahan untuk membeli aksesoris pendukung. Aku benar-benar pernah melakukan ini lho! Hanya karena merasa tidak punya alas kaki yang cocok dengan baju yang akan dipakai di kencan nanti, aku sampai bela-belain cari dan beli lagi. Ini juga berlaku untuk aksesoris-aksesoris lain yang sekiranya harus ada sebagai pelengkap penampilan, huhu...

Setelah membaca tulisanku di atas, tidakkah Anda merasa aku ini mengeluarkan terlalu banyak uang hanya demi sebuah kencan? (Catat, itu semua untuk 1x kencan!) Terbayang tidak bahwa aku melakukannya hampir sebulan sekali tiap kali mau kencan dengan teman priaku. (eh ini hanya berlaku jika aku berkencan dengan dia saja lho, tidak berlaku untuk kencan-kencan ringan dengan teman pria yang lain)
Hmm...di satu sisi aku merasa tindakan-tindakanku di atas itu sangat bodoh. Gak penting! Tapi di sisi lain aku merasa itu wajar-wajar saja. Karena aku seorang perempuan. Setiap perempuan sepertiku pasti pernah melakukan hal-hal bodoh seperti itu sebagai persiapan kencan dengan seseorang yang istimewa. Benar tidak? Lagipula, tampil all-out bagiku sangat penting diolakukan saat akan berkencan! Ribet sih memang, tapi di situlah letak keseruannya. :)

Oh...ngomong-ngomong soal hari H-nya sendiri, hampir bisa dipastikan aku akan selalu minta izin pada teman kencanku untuk pergi ke toilet untuk membenahi dandananku! x)

Monday, September 21, 2009

Aku Suka Menulis

Seperti pernah kutuliskan pada postingan beberapa waktu lalu, belakangan ini aku jadi sukaaa sekali menulis. Entah mengapa... Nampaknya hobi menulisku ini mulai bangkit kembali. Aku suka menulis apa saja dan di mana saja. Termasuk di tempat kerjaku pun yang notabene aku dipekerjakan sebagai interpreter, aku jauh lebih menyukai duduk di depan komputer menerjemahkan berbagai dokumen daripada menerjemahkan secara lisan di tengah meeting atau diskusi. Dan perlu diketahui, aku sudah sangat menyukai dunia menulis sedari masih duduk di bangku SD. Apalagi kalau bukan menulis diary, hehe. Dan dulu, aku senang sekali kalau dapat tugas atau PR mengarang. Aku jadi punya ajang untuk menulis sebanyak-banyaknya. Pada awalnya suka susah dan bingung mau menulis apa, tapi kalau sudah mulai biasanya malah jadi susah berhenti. Sekarang saat aku beranjak dewasa (atau tua?), hobi menulisku beralih ke sesuatu yang lebih modern. Sesuatu yang disebut blog. (Termasuk hobi menulis berbagai comment di FB dan twitter serta mencorat-coret wall teman-teman Facebookku, haha). Berawal dari banyak membaca blog teman, lama-kelamaan aku jadi kepingin dan kubuatlah blogku ini >> tipe orang yang mudah kepingin. Melalui blog aku jadi bisa menuliskan semua yang ingin aku tulis. Meskipun di Facebook juga disediakan fitur Notes, tapi blogging masih lebih menyenangkan bagiku karena font, ukuran, serta warna tulisannya bisa diubah-ubah. Plus bisa ditambahi gambar juga. Dari sini sempat terpikirkan olehku untuk menjadi seorang penulis tapi lebih baik kuurungkan niatku. Kenapa? Karena aku orang yang sangat moody. Bahaya kalau tiba-tiba aku tidak mood untuk menulis padahal batas waktu untuk mengumpulkan tulisan ke editor sudah dekat. Kurasa akan lebih bijak jika hobiku ini tetap kujadikan sebagai hobi, bukan profesi. Kuharap orang-orang tidak bosan jika setelah ini aku akan menulis lebih sering lagi. Dan kuharap akan semakin banyak yang memberiku masukan bagaimana menulis yang benar itu. Sekian.

Saturday, September 19, 2009

Cinta Pertama dan Terakhir

Sebelumnya tak ada yang mampu
Mengajakku untuk bertahan di kala sedih
Sebelumnya kuikat hatiku
Hanya untuk aku seorang

*Sekarang kau di sini
Hilang rasanya semua bimbang, tangis, kesepian

**Kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari
Tentang rasa ini aku tak mengerti
Akankah sama jadinya bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhirku

Sebelumnya tak mudah bagiku
Tertawa sendiri di kehidupan yang kelam ini
Sebelumnya rasanya tak perlu
Membagi kisahku,
Tak ada yang mengerti *,**

Bila suatu saat kau harus pergi
Jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
Karena senyummu menyadarkanku
Kaulah cinta pertama dan terakhirku **2X

PS :
Lagu barunya Sherina ini manis banget deh. Thumbs up! :)

Friday, September 18, 2009

aku & egoku

Kenapa ya, tiap kali mendapati banyak cewek yang add FBnya Shuhei terus pada SKSD sama dia hawanya pingin marah!!! Pingiiiiin banget teriak kencang-kencang, "Jangan dekat-dekat mantanku!!!" Padahal kan aku tidak punya hak apa-apa lagi untuk bersikap begitu. Kalau bahasa gaulnya tuh 'SIAPA LOE???'. Lagipula Shuhei juga sudah bilang tidak akan mencari pacar lewat cyber lagi. Katanya, "Never again, lagian aku kan sudah punya tunangan..." (Ha, camkan itu, gadis-gadis!) Tapi tetap saja, semakin mencoba untuk tidak cemburu malah jadi semakin cemburu. Menyebalkaaaaannn...!!! >:(

Dan dari sini lagi-lagi terbukti betapa egoisnya aku. Kan aku yang minta putus, kenapa sekarang bersikap begini? Cemburu gak jelas, sebentar-sebentar ngecek wall-nya, memata-matai setiap cewek yang nge-add dia. Udah kayak mata-mata aja aku ini. Lagipula untuk apa sih aku begini? Kalau pun dia mau dekat dengan siapa saja, itu bukan urusanku. Toh di sini aku pun sibuk dengan teman priaku yang baru. Egois banget sih aku ini?! Dan yang perlu diingat baik-baik, terserah lah kalau cewek-cewek itu mau SKSD sama mantanku yang satu itu. Shuhei di Jepang juga! x)

Sunday, September 13, 2009

it hurts

Sebenarnya aku tidak ingin hari ini datang. Kenapa? Karena hari ini adalah saat di mana "kekasih"ku jalan bersama teman wanitanya. Ya, TEMAN WANITA, sebagaimana yang dikatakannya padaku saat aku menanyakan hubungan mereka. Sungguh ironis bukan? Aku secara terang-terangan dinomorduakan olehnya! Dan ini bukanlah yang pertama kali. Yang lebih menyakitkan adalah dia lebih memilih menghabiskan akhir pekan ini dengan wanita itu daripada denganku! Sedangkan aku? Harus bersabar sampai akhir pekan depan... Aku yang salah karena tidak pernah bisa tegas padanya. Makanya dia bisa bersikap seenaknya padaku seperti ini. Aku juga bodoh karena masih saja bertahan dalam situasi ini. Bertahan dalam sebuah "hubungan" yang entah bagaimana aku harus menyebutnya... Dia bukannya tidak tahu bahwa aku tersakiti dengan semua ini, dia hanya tidak mau tahu. Aku percaya, dia juga bukannya sama sekali tidak sayang padaku. Tapi entah apa yang ada dalam benaknya. Aku tidak tahu apa yang membuatnya ragu (ya, aku tahu kamu ragu). Aku pernah berkata aku akan melepaskannya pergi jika memang dia sudah tidak bisa bersamaku lagi. Tapi untuk melakukannya tidaklah semudah membalikkan tangan. Aku sedang berusaha. Semoga suatu saat aku bisa... Sampai saat aku benar-benar siap melepasnya tiba, aku hanya meminta dia tetap di sini bersamaku. Aku tidak mau melihatnya pergi. Aku mau, akulah yang akan pergi, bukan dia.